Ketombe atau sering disebut sindap atau dengan nama ilmiah Pityriasis capitis merupakan penyakit kulit kepala yang sangat umum dimiliki oleh banyak orang. Sebenarnya apa itu ketombe?

Ketombe adalah pengelupasan sel kulit mati yang terjadi secara berlebihan pada kulit kepala. Sebenarnya proses pengelupasan kulit mati pada kulit kepala memang wajar terjadi. Pengelupasan sel-sel kulit mati tersebut merupakan hal alamiah seperti halnya rambut rontok, yang jadi masalah adalah bila jumlahnya berlebihan atau terus menerus diikuti dengan iritasi dan kemerahan. Nah, hal itulah yang dimaksud dengan ketombe.
Penyebab ketombe
Putih-putih yang terlihat pada rambut kita sebenarnya adalah kulit mati yang berlebihan. Sejalan dengan bertumbuhnya kulit, sel-sel epidermal akan terdorong keluar, di mana mereka pada akhirnya mati dan terkelupas dari kepala. Pada umumnya, pengelupasan ini terlalu kecil untuk dapat terlihat mata. Namun demikian, kondisi tertentu menyebabkan pergantian/pertumbuhan sel menjadi terlalu cepat, khususnya yang terjadi di kulit kepala.Pada orang berketombe, sel-sel kulit akan mati dan digantikan lagi setiap dua minggu sekali, sedangkan pada orang tanpa ketombe, siklus ini berlangsung satu bulan sekali. Hasilnya, sel-sel kulit mati akan terlepas dan menumpuk dalam jumlah yang besar, yang tampak sebagai serpihan-serpihan kecil berwarna putih atau kelabu di kulit kepala.
Apa penyebab tertentu kemunculan ketombe itu?
Ketombe biasanya merupakan gejala dari infeksi jamur atau psoriasis dan bisa juga karena kutu rambut. Selain hal itu, ternyata ketombe juga dapat ditemui pada kasus gizi buruk atau tidak seimbang. Kekurangan mineral tertentu dapat ber-pengaruh pada kulit kepala. Defisiensi mineral khususnya seng ternyata menyebabkan akibat yang buruk yaitu ketombe.
Apakah ketombe berbahaya?
Keluhan yang paling menyusahkan pada orang berketombe adalah rasa gatal pada kulit kepala yang terus menerus. Karena gatal itulah orang berketombe sering menggaruk-garuk kepalanya. Hal ini perlu diwaspadai dan dihindari, mengapa? Menggaruk yang terlalu berlebihan dapat menimbulkan lecet-lecet atau kerusakan pada kulit. Kerusakan pada kulit itulah yang perlu diwaspadai. Kerusakan pada kulit dapat menjadi jalan masuk bakteri-bakteri merugikan yang dapat meningkatkan risiko infeksi. Bakteri merugikan itu contohnya adalah Streptococcus dan Staphylococcus aureus yaitu kuman yang menyebabkan timbulnya pus atau nanah.
Walaupun infeksi bakteri ini merupakan risiko terbesar dari ketombe, kebanyakan orang akan lebih merasa bingung dengan kurang indahnya rambut mereka. Biasanya orang tersebut lebih merasa nyaman dengan gunjingan orang tentang rambut mereka yang berketombe. Hal ini ternyata berdampak besar juga karena dapat menghilangkan percaya diri dari pemilik rambut. Oleh karenanya, pengobatan segera menjadi sangat penting untuk murni alasan sosial.



