Blogaholic Designs

Pages

Sunday, 24 November 2013

"Sahabat Akhir Hayat"

Aku Rani, remaja usia 16 tahun yang sangat hiperaktif dan ceria. Aku mempunyai sahabat bernama Rio. Rio sahabatku sejak masa kecil, mungkin sejak kami belum lahir. Karena orangtua kami juga bersahabat sejak kecil. Bahkan aku dan Rio di lahirkan pada tanggal, hari, jam , menit, dan detik yang sama. 11 November tepatnya.
Tidak seperti biasanya Rio bercerita kepadaku tentang cinta. Biasanya Rio selalu bercerita tentang teman-teman yang suka menjahili Rio, tapi kali ini bukan. Aku rasa Rio sedang jatuh cinta.
“Ran, lu suka laki-laki yang seperti apa?” “hm… Genius! Asyik, pokoknya dia bisa buat hidup gua bahagia. Kenapa?” “menurut lo gua seperti apa?” “lo?” jawabku dengan senyum sedikit meledek. “iya. Kenapa emang?” jawab Rio datar. “lo itu… baik, seru, asyik, idiot. Hahaha” candaku yang membuat Rio sedikit tertawa. “haha sial! Ayo dong Ran, serius untuk kali ini.” “lo kenapa sih? lagi suka sama orang ya? Siapa siapa? Wah! Masa iya gua gak tau sih! kasih tau kagak?!” “iya Raaaan. Gua lagi suka sama seseorang. Dia smart, cantik, baik, anggun pula. Tapi gua ragu kalau untuk nyatain perasaan ke dia. Habisnya setiap orang yang nyatain perasaan ke dia di tolak.” “berarti dia belum nemuin orang yang pas Ri. Siapa tau lo!” “ah serius lo? Eh, tapi kalau misalnya gua jadian sama cewek itu, lo sama siapa ya.. haha” “apasih lo?! Siapa ceweknya Riiii!” “rahasia! Hahaha nanti juga lo tau sendiri kok.” Rio mengacak-acak rambutku dengan penuh kegembiraan.
Bintang bertaburan di langit malam, ku tatapi dengan penuh perasaan yang tidak menentu. Entah kenapa dengan diriku hari ini. “Apa yang terjadi denganku?” Ku ingat kejadian-kejadian hari ini. Ku kira tidak ada yang membuat ku bersedih. Tunggu! “Rio. Iya Rio. Apa  karena cerita Rio tadi siang? Aku cemburu? Tidak mungkin!” aku terus berkata-kata dalam hatiku. “Raniiiiiiiiii” terdengar suara teriakan dari luar kamarku dengan menggedor pintu sangat keras. Suara yang tak asing bagiku. “masuk aja Ri!”. Rio memelukku dengan penuh kegembiraan. “aish! Apa-apaan sih lo! Pelukan dalem kamar lagi disangka orang yang engga-engga nanti.” “biarin aja. Semua orang tau kok kita sahabatan dari kecil. Haha” “norak loh! Ada apasih?” tanyaku dengan wajah datar kepada Rio. “gua tadi ketemuan sama cewek yang gua ceritain tadi siang Ran!” “hah?” “Ran, lo tau gak betapa senangnya gua saat gua tau ternyata dia suka sama gua dari lama! Makanya dia nolak semua cowok yang nyatain perasaannya! Ternyata dia nunggu gua Ran!” aku terdiam kaget mendengar apa yang di ucapkan Rio, Rio mengguncangkan tubuhku dengan tangannya di pundakku. “Ran?! Gimana menurut lo kalau gua nyatain perasaan gua ke dia?” “what?! Jangan terlalu cepat Ri. Lihat dulu sifat dia. Yaaa kayak lo udah tau sifat gua.” “kelamaan dong Ran. Kalau dia nanti jadi milik oranglain gimana?” “lo gimana sih! katanya dia nolakin semua cowok yang nembak dia, masa iya sekarang dia mau ninggalin lo, setelah nyatain perasaannya ke lo! Idiot dasar!” “tapi kan bisa aja Ran. Kan manusia juga punya batas kesabaran.” “yaa, kalau misalnya dia ninggalin lo berarti dia engga setia dong sama lo.” “ah! Lo ngomong apasih?! Lupain deh. Lo gak asyik di mintain solusi kali ini.” “padahalsih gua udah ngasih solusi yang terbaik. Terserah lo deh.” “Ran! PS yuk!” “ayok! Kalau lo kalah, lo harus turutin solusi dari gua ya!” “hm.. sip deh! Tapi kalau gua yang menang. Lo harus janji lo gak boleh ganggu hubungan gua sama cewek yang gua suka.” “oke! Kapan sih gua pernah kalah dari lo! Hahaha” aku dan Rio sangat asyik bermain. Sampai makan malam pun kami lewat. Skor ku masih unggul di banding Rio 5-3. Entah kenapa Rio cepat sekali menyusul skor ku kali ini. Skor telah berbanding terbalik 5-8. Rio unggul 3 skor dari ku. dan akhirnya, aku kalah dalam permainan. Itu tandanya, aku tidak boleh mengganggu hubungan antara Rio dan perempuan itu. Aku langsung mengusir Rio dari kamarku. “sana pergi! gua ngantuk. udah jam 1 pagi. kamu gak akan pulang?” “hahaha kamu kalaaah! Rumah aku sebelahan sama kamu Ran, tinggal jalan 1 langkah aja kok. Hahaha ingat yah perjanjian kita!” “IYA! GUA INGET BANGET RIO!” aku mendorong Rio untuk keluar kamarku.
Ku lihat Rio dari jendela kamarku, dia tertawa puas melihatku yang berdiri menatapnya di balik setengah gorden. Aku terus memikirkan ucapan Rio. Tapi aku yakini dalam hatiku bahwa perempuan itu adalah yang terbaik untuk Rio sahabatku.
Keesokan harinya disekolah, aku melihat dari kejauhan Rio berjalan dengan seorang perempuan tinggi dengan rambut terkuncir di belakang. Mungkin itu perempuan yang selalu di katakan Rio kepadaku. Tadinya aku ingin menghampiri mereka, tapi perjanjian ku dengan Rio selalu terngiang di kupingku yang kecil ini. Sudahlah, mungkin Rio sangat nyaman dengan dirinya sekarang.
Hari-hari ku di sekolah hari ini sangatlah sepi. Biasanya Rio selalu mengajaku ke kantin ketika istirahat tapi ini tidak. bahkan saat di kelaspun Rio tidak sama sekali mengajakku bicara. Padahal dia teman sebangku ku. aku lihat Rio tengah duduk berdua dengan perempuan itu di kantin, aku belum tahu siapa perempuan itu. Tidak terlihat dari posisi ku saat ini. Aku pergi ke kelas karena bel masuk telah berbunyi.
“RI..” “iya? Apa Ran?” “lo kenapa sih? gua punya salah sama lo?” “hah? salah apa?”. “habis dari tadi pagi lo nyuekin gua terus. Berangkat sekolah juga lo ninggalin gua, bahkan istirahat aja lo gak ngajak gua ke kantin kayak biasanya.” “ya ampun Ran, lo kayak anak kecil banget sih, masa iya gua harus nemenin terus. Lo kan udah besar Ran.” “iya emang gua udah besar. Tapi lo gak kayak biasanya! Lo ngeselin. Lo berubah sejak lo kenal sama perempuan itu. Jangan-jangan lo udah jadian!”. “hehehe santai dong Ran, belum sih, belum jadian. Tapi rencananya nanti sore gua mau nembak dia.” “hm?!!!” aku terkejut dengan apa yang di katakan oleh Rio. Secepat itukah Rio?.
Sudah beberapa bulan belakangan ini aku tidak berhubungan dengan Rio, aku juga jarang masuk sekolah karena aku sakit. Semakin hari sakitku semakin parah. Tapi Rio tidak juga menjengukku. Menanyakan kabarku saja tidak. padahal rumah ku dengannya bersebelahan. Mungkin Rio sudah bahagia dengan perempuan itu. Mungkin mereka juga sudah jadian. Terakhir aku mendapatkan kabar dari teman Rio, bahwa Rio baik-baik saja.
Sudah sekian lama aku tidak masuk sekolah karena sakit, aku berhenti dari sekolah itu, dan aku memutuskan untuk sekolah di rumah atau yang sering di sebut “home schooling” penyakitku semakin parah. Aku terkena penyakit Tumor yang sudah sangat parah dibagian perutku. Perutku kini  membesar sangat besar. Kondisi tubuhku sangat lemah. Tak henti-hentinya aku menangis melihat kondisiku sekarang. Tapi aku harus belajar kuat untuk semua ini. Aku berjuang atas penyakitku, aku terus lakukan pengobatan, dari yang tradisional hingga modern. Tapi keadaanku belum juga membaik. Di tengah-tengah kerapuhanku, Ibu dan Ayah bertengkar. Bahkan mereka pernah bertengkar di depanku dan memutuskan untuk cerai. Tapi aku bantah dan mereka meminta maaf kepadaku karena sikap mereka yang tidak memperdulikan keadaanku. Coba saja bayangkan di ujung perihku ini aku sendiri. Sahabat menghilang. Bahkan Ayah dan Ibu akan bercerai. Aku sungguh sangat setres dengan keadaanku ini. Aku berharap agar malaikat menjemputku secepat mungkin, agar aku bisa bahagia, agar aku tidak melihat kehidupan seperti ini. Hanya ada dua harapan yang aku ingin sekarang. Kembali normal seperti dahulu dan mati bahagia. Hanya itu. Sesekali aku bercerita kepada Tuhan lewat kertas mungilku.
                                                                                                     
Tuhan Aku Ingin Bahagia…
Tuhan,izinkan aku bahagia sekali lagi.
Aku ingin melihat sahabatku yang dulu kini ada di sampingku.
Aku ingin orangtua ku memelukku sekali lagi. Aku ingin itu Tuhan.
Tapi sangat sulit untuk aku katakan hal itu kali ini.
Aku mohon Tuhan Ambilah nyawaku saat aku bahagia lahir dan batin.
Aku mohon Tuhan. Izinkan aku bertahan sebentar lagi, walaupun aku sesungguhnya rindu akan pelukan-Mu.
Aku ingin melihat kedua orangtua ku dan Rio bahagia. Sekali lagi saja Tuhan. Aku mohon. Aku menyayangi mereka. Aku juga menyangi-Mu.

Rani


***
“Raaaann!! Kenapa lo gak bilang lo sakit? Kenapa lo gak pernah ngabarin gua! Ran, gua khawatir banget sama lo!” Rio meneteskan butiran krystal dari matanya, dan sungguh aku ingin memeluknya dan berkata ‘aku juga mengkhawatirkanmu’ tapi sangat sulit untuk ku bicara, nafasku sesak. Akhirnya aku menyerahkan semua tulisanku yang ada di dalam buku diary kepada Rio. “maksud lo apa sih Ran?! Ran asal lo tau yah, gua baru sadar gua sayang sama lo. Bukan cewek itu. Calista namanya. Gak ada feel untuk dia Ran, tapi di deket lo, perasaan gua selalu seneng. Sempet gua jadian sama dia, dan gua baru aja putus. Gua putusin dia karena alesan gua, gua sayang sama lo. Gua gak mau ninggalin lo selama ini. Kata lo waktu itu bener Ran, harusnya gua kenal lebih lama dulu sama dia. Dia selalu ngelarang gua untuk ketemu sama lo Ran, tapi gua gak tahan. Gua kangen sama lo Ran. Lo mau kan sembuh demi gua? Dan lo mau kan jadi pacar gua?” “m…aaffhh” aku hanya bisa mengatakan itu kepada Rio, dan mataku terus mengalirkan air yang sangat deras. Aku mengucapkan dua kalimat syahadat dan seketika aku tidak merasakan apapun. Ku kira sekarang aku sudah tenang.
***
*Rio

Sampai kapanpun aku bakal tetap sayang kamu Ran! Maafin aku yang udah selalu nyakitin kamu. Seandainya kita bisa bersama-sama terus hingga menikah, mungkin anak kita akan menjadi anak yang lebih beruntung dari pada anak-anak yang lainnya. Tapi takdir berkata lain. Mungkin Tuhan sangat kesal kepadaku, hingga akhirnya Tuhan mengambil mu kembali. Bahagia selalu disana Ran.”
Monday, 28 October 2013
Pengertian rida

     Perkataan rida berasal dari bahasa arab, radiya yang artinya senang hati (rela). Rida menurut syariah adalah menerima dengan senang hati atas segala yang diberikan Allah swt, baik berupa hokum (peraturan-peraturan) maupun ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan-Nya. Sikap rida harus ditunjukkan, baik ketika menerima nikmat maupun tatkala ditimpa musibah.
     Kebanyakan manusia merasa sukar atau gelisah ketika menerima keadaan yang menimpa dirinya, seperti kemiskinan, kerugian, kehilangan barang, pangkat, kedudukan, kematian anggota keluarganya, dan lain-lain, kecuali orang yang mempunyai sifat rida terhadap takdir. Orang yang memiliki sifat rida tidak mudah bimbang atau kecewa atas pengorbanan yang dilakukannya. Ia tidak menyesal dengan kehidupan yang diberikan Allah swt dan tidak iri hati atas kelebihan yang didapat orang lain karena yakin bahwa semua itu berasal dari Allah swt. Sedangkan kewajibannya adalah berusaha atau berikhtiar dengan kemampuan yang ada.
     Rida terhadap takdir bukan berarti menyerah atau pasrah tanpa usaha lebih dulu untuk mencari jalan keluarnya. Menyerah dan berputus asa tidak dibenarkan oleh tatanan hidup dan tidak dibenarkan pula oleh ajaran Islam. Allah swt. memberikan cobaan atau ujian dalam rangka menguji keimanan dan ketakwaan hamba-Nya. Firman Allah swt.:

(١٥٥) الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ (١٥٦وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
Artinya : “ Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (156) (yaitu) orang-orang yangapabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun. Sesungguhnya Kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah Kami kembali. kalimat ini dinamakan kalimat istirjaa (pernyataan kembali kepada Allah). Disunatkan menyebutnya waktu ditimpa marabahaya baik besar maupun kecil.(Q.S. Al Baqarah:155-156).

     

Sikap rida dapat ditunjukkan melalui hal-hal sebagai berikut:
1. Sabar dalam melaksanakan kewajiban hingga selesai dengan kesungguhan usaha atau ikhtiar dan penuh tanggung jawab.
2.  Senantiasa mengingat Allah swt. dan tetap melaksanakan shalat dengan kusyuk.
3. Tidak iri hati atas kekurangan atau kelebihan orang lain dan tidak ria untuk dikagumi hasil usahanya.
4. Senantiasa bersyukur atau berterima kasih kepada Allah swt. atas segala nikmat pemberian-Nya. Hal itu adalah upaya untuk mencapai tingkat tertinggi dalam perbaikan akhlak.
5. Tetap beramal saleh (berbuat baik) kepada sesama sesuai dengan keadaan dan kemampuan, seperti aktif dalam kegiatan social, kerja bakti, dan membantu orangtua di rumah dalam menyelesaikan pekerjaan mereka.
6. Menunjukkan kerelaan atau rida terhadap diri sendiri dan Tuhannya. Juga rida terhadap kehidupan terhadap takdir yang berbentuk nikmat maupun musibah, dan terhadap perolehan rezeki atau karunia Allah swt. 
Karakteristik sikap rida

     Apabila sebagian pendapat para ahli hikmah, rida dikelompokan menjadi tiga tingkatan, yaitu rida kepada Allah, rido pada apa yang datang dari Allah, dan rida pada qada Allah.
Rida kepada Allah adalah fardu ain. Rida pada apa yang datang dari Allah meskipun merupakan sesuatu yang sangat luhur, hal ini termasuk ubudiah yang sangat mulia.

Macam-macam rida :
a. Ridha terhadap perintah dan larangan Allah
b. Ridha terhadap taqdir Allah.
c. Ridha terhadap perintah orang tua.
d. Ridha terhadap peraturan dan undang-undang negara



*  Nilai Positif Sikap Rida

     Rida merupakan kesadaran diri, perasaan jiwa, dan dorongan hati yang menyebabkan seseorang berkenaan sepenuh hati untuk menerima apa yang didapat ataupun yang dihadapi dengan penuh semangat dan rasa kasih sayang.

*  Membiasakan Sikap Rida

     Konsekuensi rida kepada Alloh harus mengikuti semua yang diajarkan oleh Rasululloh saw. (ittiba’ ar-Rasul). Apabila seorang rida kepada Alloh, tentu dia akan selalu berusaha melakukan segala sesuatu yang diterima dari-Nya dan meninggalkan segala sesuatu yang dibenci-Nya.

 Perbedaan antara sabar dan ridha adalah sabar merupakan perilaku menahan nafsu dan mengekangnya dari kebencian, sekalipun menyakitkan dan mengharap akan segera berlalunya musibah. Sedangkan ridha adalah kelapangan jiwa dalam menerima taqdir Allah swt. Dan menjadikan ridha sendiri sebagai penawarnya.

 Kesimpulan

Setelah memahami dan mempelajari materi Ridha ,kami dapat mengambil hikmah yang begitu banyak, bahwa ridha itu dapat mendatangkan kebaikan baik di dunia maupun di akhirat.
Materi ini bukan hanya untuk di pelajari, namun di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, karena dengannya kita akan mampu beribadah dan bermuamalah dengan baik. Jadi ridha adalah salah satu aspek agar kita mampu berbuat ridha sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya.
Tuesday, 17 September 2013

TIPS MENGAHADAPI UN 2014

Percaya deh gua kalo kalian udah pada tau tentang tips menghadapi UN. yaa gua cuma mau ingetin aja buat kalian tipsnya mengahadapi UN 2014. 

Pertama: Belajar
lo harus rubah jadwal pelajaran lo untuk mengahadapi UN. misalnya, lo biasanya belajar cuma dari jam 7-9 malam. lo harus bisa belajar jam 7-10. atau gak setelah lo pulang sekolah lo buka buku pelajaran lo lagi biar lo lebih ngerti tentang pelajaran yang lo pelajari.
Kedua: Belajar Cerdas
lo harus lebih aktif di dalam kelas sekarang. misalnya, lo lebih banyak bertanya pada guru pertanyaan yang tidak lo mengerti. jangan lo pendem sampai hati lo bulukan dengan berkata dalam hati "mau nanya tapi malu sama yang lainnya" please! lo sukses bukan karena mereka! tapi dari diri lo sendiri. cuekin aja apa kata mereka tentang keburukkan lo.
Ketiga: Hafalan
gak semuanya kan pelajaran lo itu hitungan? malah bagian pelajaran hitungan aja pasti harus ada yang lo inget. rumus! buat lo yang susah menghafal, lo harus rajin-rajin baca deh! mulai dari sekarang lo harus coba membiasakan diri membaca. baca buku yang bermanfaat buat kesuksesan lo.
Keempat: Kurangi Bermain
masa-masa umur lo sekarang lagi pengen-pengen nya puasin main sama temen kan? entah itu dengan alasan "terakhir bareng temen-temen" atau "gua gak akan bisa begini lagi di sekolah ini karena gua akan LULUS. aamiin" lo main boleh aja, tapi jangan hampir setiap hari. misalnya biasanya lo main satu hari 15jam. lo harus kurangi main lo jadi 2jam! dan itu paling maximal. kalo bisa seminggu lo main 1 hari. ingat! walaupun temen lo bilang "kita harus sukses bareng-bareng" bukan berarti lo harus gak sukses bareng-bsreng kan? lo harus bisa lebih dari mereka.
Kelima: Belajar di Luar Sekolah
gua yakin lo ngerti tips yang kelima ini. apalagi kalo bukan LES. lo harus madetin jadwal belajar lo di akhir sekolah ini. buat lo yang gak mengikuti les. lo harus banyak-banyak belajar di rumah. seperti tips yang gua saranin diatas tips kelima tadi. atau lo juga bisa belajar berkelompok sama temen-temen lo diluar jam sekolah.
Keenam: FOKUS!
ininih! penting banget buat lo semua dan gua sendiri! lo les,belajar sana-sini tapi lo gak fokus! buat apa?! buang duit aja lo pada! kalo lo mau niat jadi orang sukses lo harus belajar sungguh-sungguh lo harus fokus dengan apa yang lo jalanin untuk kesuksesan di masa depan lo!
Ketujuh: Percaya Diri
lo udah keren, udah kece, udah ok bangetlah! tapi kalo lo kagak percaya diri dengan apa yang lo udah lakuin itu kelihatannya jadi engga banget! percaya diri itu modal utama juga buat lo untuk menggapai sukses lo!
Kedelapan: Berbakti
lo jangan belajar mulu sampai suntuk, tapi kagak pernah minta doa dari orang tua lo. doa dari orang tua itu manjur bro!
Kesembilan: Beribadah!
lo berusaha sekeras mungkin tapi tanpa di iringi dengan ibadah dan doa. lo juga percuma bro! inget yah! doa itu 60% dan usaha itu 40%. jadi semua harus seimbang, okay!

Segitu aja deh saran dari gua! SUKSES buat lo yang ingin berusaha menjadi orang sukses. semoga KITA SUKSES bukan untuk diri sendiri. tapi untuk semua di sekitar kita! Aamiin O:)
Wednesday, 4 September 2013

“FRIENDSHIP”

“FRIENDSHIP”


“Ra, bangun woy!!” ya! Seperti biasanya di hari libur Ratna selalu datang menjemput ku pukul 6 tepat. Ratna terus berusaha membangunkan ku dari mimpi. “apasih Na..” jawab ku lesu “goes goes yuk!” ajak Ratna yang bermaksud bersepeda.  Aku tidak memperdulikan ucapan Ratna sama sekali. “Reska udah nunggu di depan tuh! Gak kasian apa?” mata ku membulat tepat di hadapan wajah Ratna “serius lo?!”
Reska laki-laki yang Aku sukai, Ia berparas indah dan mempunyai wajah yang tenang. Segera ku lepaskan selimut yang menutupi bagian tubuhku dan Aku bergegas lari ke teras kamar ku. Yak! Benar kata Ratna. Reska sedang menunggu di depan rumah ku sambil menunggangi sepeda nya. “mau berangkat atau mandangin Dia dari atas aja?” goda Ratna. “berangkaaaaaat!” jawab ku penuh semangat.
***
Setelah asyik bersepeda kami berhenti di sebuah taman yang biasa aku dan Ratna kunjungi. Reska membelikan kami satu botol masing-masing cairan mineral. Ratna meninggalkan kami di taman. Entah itu sengaja atau tidak Aku benar-benar tidak tahu. “Dyandra?” “hm? Apa?” jawab ku gugup. “sebentar lagi kan kamu keluar dari SMA, setelah lulus nanti kamu mau masuk perguruan tinggi mana?” Tanya Reska yang kedengaran nya serius. “belum tahu.” Jawab ku singkat. “oh begitu. Eh pulang yuk!” ajak Reska sambil berjalan dengan sepedanya. Aku mengikuti Reska berjalan di belakangnya hingga sekarang berada di sampingnya. “Dy, kenapa? Kok dari tadi aku perhatiin kamu diem terus sih. Ada masalah? Mau cerita?” tawar Reska melihat keadaan ku. Entah mengapa sejak Reska menanyakan tentang perguruan tinggi tadi aku selalu berfikir, apa aku bisa bertemu Dia lagi? Kenapa Reska tidak mengajak ku ke universitas yang sama dengan nya?. “Dy?” Reska melambaikan ke lima jari tangan kanan nya di hadapan wajah ku. “ah, iya? Tidak tidak” jawab ku asal. “kamu kenapa sih Dy?”. “udah sampai kan? Aku duluan ya Res” rumah kami yang tidak berjauhan membuat aku selalu melihat ke arah rumah nya untuk memastikan dia ada di dalam kamarnya. Rumah kami berseberangan, jendela kamar Reska begitu pas bersebrangan dengan jendela kamar ku. Aku bergegas membersihkan diri dari keringat-keringat yang telah menghujani seluruh tubuh ku.
***
Keesokan hari nya, saat Aku berada di teras bawah rumah ku, Aku melihat Reska sudah siap pergi berolah raga pagi dengan sepeda nya. “mau berangkat ya?” Tanya Reska dari seberang rumah nya. “iya” jawab ku sedikit dengan senyum di pagi ini. “semangat ya!” Reska memberi senyum lebar dari bibirnya.
“Dyandra!!!” terdengar suara yang sudah tak asing lagi bagiku. *pukk* Ratna menepuk pundak ku dengan semangat. “apasih Na? sakit tahu!” jawabku ketus. “hehe maaf ya. Eh eh gimana kemarin sama Reska?” “apa? Gimana apanya?” “kalian ngobrolin apa aja?” Tanya Ratna penasaran. “gak gimana-gimana, Dia Cuma nanyain gua mau masuk universitas mana?.” “terus lo jawab apa?” “ya, gua jawab gak tahu. Lagian emang gua  masih bingung kok.” “udah? Cuma begitu aja?” “iyalah! Mau gimana lagi coba?” “eh iya dy, denger-denger Reska lagi deket sama cewek di sekolah ini.” “siapa? Gua? Hahaha” candaku pada Ratna. “bukan! Katanya sih Feby” “oh, gak kenal. Biarin ajadeh” jawab ku cuek “lo gak cemburu?” Ratna mengehentikan perjalanan ku. “emang Reska siapa gua sih? Buat apa juga gua cemburu” “iya juga sih. Tapi kan..” “minggir!” aku mendobrak tangan Ratna yang sempat menghentikan perjalanan ku menuju ke ruang kelas.
*teeeeenggg.. teeeengggg..* bunyi bel pulang sekolah berbunyi menandakan Aku harus segera pulang sebelum Aku bertemu dengan orang-orang aneh yang suka menjegat dan meminta uang kepada semua anak di sekolah ku. Baru Aku akan melewati pintu gerbang sekolah ku, Aku melihat Reska sedang berdiri di samping mobil mewah berwarna hitam, berplat nomor kota Metropolitan. Iya itu mobil kesayangan Reska yang selalu ada di bagasi rumah nya. Dia melambaikan tangannya ke arah ku. ah tidak! Bukan kepadaku. Tapi, Perempuan berambut pirang panjang yang di ikat sedikit di bagian belakang kepalanya, aku rasa itu Feby yang di bicarakan Ratna tadi pagi. Mereka telah berlalu dari hadapan ku. Akupun segera pulang tanpa Ratna.
***
“Assalamualaikum” “Waalaikumsalam” jawab Ayah menghampiriku. “mau kemana, Yah?” Tanyaku penasaran sambil mencium tangannya. “Ayah mau ke luar kota 3 hari sama Mama”. “loh? Kok mendadak? Ada urusan apa?” “kerabat dekat mamah yang tinggal di palembang mau pergi haji, Ayah gak mungkin pulang-pergi, karena jauh banget.” “terus? Aku sendirian di rumah?” jawab ku agak sedikit kesal kepada Ayah. “suruh Ratna menginap di sini sampai Ayah pulang.” “gak bisa begitu, yah. Rumah Ratna gak berdekatan sama rumah kita!” “Ayah udah bilang sama Reska, untuk menemani kamu beberapa hari ini, biar kamu gak kesepian. Waktu Ayah keluar kota dulu juga Reska kan yang menemani kamu. Lagipula Reska itu sudah Ayah anggap seperti keluarga kok.” Aku meninggalkan Ayah masuk ke dalam kamar ku. Tidak seperti biasanya aku merasa tidak ingin di temani oleh Reska saat ini. Kenapa aku? Ada apa dengan ku saat ini? Aku selalu bertanya-tanya. Apa karena kejadian tadi di sekolah ya? Aku cemburu? Iya, itu hal yang wajar sih. Aku kan suka sama Reska.
***
Selama beberapa hari ini Reska selalu mengantar-jemput ku sekolah. Bukan Aku yang mau, tapi Reska selalu menawari ku berangkat bersamannya. Walaupun seringkali Aku bilang, Aku bisa berangkat sendiri. Tapi, Reska tetap saja memaksaku untuk pergi bersamanya.
Tiga hari setelah kepergian Ayah dan Mamah ke Palembang, seperti biasanya Reska mengantar-jemput ku sekolah. Tidak biasanya Reska menaruh mobilnya di seberang jalan sekolah yang lumayan agak jauh dari jarak pintu gerbang. Aku tak melihat Reska ada di depan mobil, yang biasanya Ia selalu menunggu ku di samping mobil kesayangannya itu. “Mungkin Reska ketiduran dalam mobil kali yah” fikir ku positif. Aku menyeberangi jalan dengan sangat hati-hati dan setelah Aku sampai ke ujung jalan tiba-tiba saja ada yang menarik tangan ku ke arah jalan raya.
***
Ku buka mata ku perlahan karena sedikit agak pusing, dan aku sekarang melihat Reska berada di sampingku. “Alhamdulillah” ucap Reska sambil menatap ku dengan penuh ketenangan. “aku kenapa Res?” Tanya ku bingung. “kamu tadi kecelakaan, maaf Aku tadi lagi beli minum sebentar. Makanya Aku gak nunggu kamu di samping mobil seperti biasanya” wajah Reska sekarang berganti menjadi wajah penyesalan. “ah yasudah, Aku gak apa-apa kok” Aku berusaha menenangkan Reska yang mungkin sangat khawatir dengan keadaanku. Ada sedikit keganjalan yang aku rasakan saat ini, aku merasa kaki ku mati rasa, ku goyangkan sedikit badanku untuk memastikan aku tidak apa-apa. “kamu kenapa Dy?” “kaki ku mati rasa Res” tidak seperti yang Aku bayangkan Reska tiba-tiba menangis di hadapanku dan terus meminta maaf. Aku sedikit penasaran dengan kaki ku, Aku buka perlahan selimut yang menutupi kaki ku, ku lihat Di sana kaki kanan ku baik-baik saja, bahkan aku lihat kaki kiri ku pun baik-baik saja. Ada apa dengan Reska? Kenapa dia menangis seperti itu? “Dy…” panggil Reska kepadaku dengan sedikit isakan. “iya Res? Kenapa?” “kamu lumpuh Dy, akibat kejadian tadi. Maafin aku Dy” aku terkejut dengan apa yang di bicarakan Reska barusan. Aku terdiam kaku, tubuhku seketika serasa hancur remuk. Mataku membulat melihat Reska, bulu kuduk ku meninggi tegak, sungguh aku tidak percaya dengan apa yang di katakan Reska. Aku mencoba berdiri, berjalan, tapi apadaya. Apa yang di katakana Reska semua benar. Aku lumpuh.
***
*2 tahun kemudian*
Aku selalu berada di dalam kamar kesayangan ku, ketika Aku bosan Aku hanya berada di teras kamarku. Terkadang kecelakaan 2 tahun lalu selalu terbayang di kepalaku, pernah sampai kepalaku pusing sekali ketika mengingat kejadian dua tahun lalu. Tapi untungnya selalu ada Reska yang setiap saat menjagaku.
“pagi Dyandra!!” “pagi Res, habis main sepeda ya?” “iya Dy, Cuma sebentar sih habisnya Ratna masih sibuk sama kuliahnya. Maklum anak Akuntan. Haha”
Ratna di terima di Sekolah Tinggi Administrasi Negara, dan Aku… dari dulu aku selalu ingin jadi atlet, dan akhirnya dengan keterbatasan ku, Aku diterima di salah satu Universitas Jakarta. Hari ini Aku sedang libur kuliah, ada penerimaan mahasiswa baru, dan aku tidak di izinkan ikut oleh Dokter.
“Res, aku bosan di rumah terus.” “oh iya! Tadi Ayah kamu ngajak jalan-jalan ke Puncak! Aku di suruh Ayah kamu bangunin kamu supaya siap-siap. Ayok Dy!” “Puncak?” jawabku heran “Iya Puncak. Kenapa? Udah sana cepat siap-siap!.”
“dingin ya disini, sejuk. Angin malamnya enak banget.” “kayak baru pertama kali aja kamu Dy ke Puncak.” “aku Cuma kangen aja sama suasana di sini.” “Aku juga kangen Dy sama suasana disini” wajah Reska tersenyum sambil tetap memegangi kursi rodaku.
“Dyandra.. Reska?!” sahut Ayah dari kejauhan. “Dyandra, Reska mari kita makan malam bersama. Jangan pandangi langit terus nanti ke-asyikan.” Aku dan Reska hanya tersenyum mendengar cakap Ayah yang sedikit jahil.
Setelah makan malam selesai Aku sedikit berbisik kepada Ayah bahwa Aku hanya ingin bicara banyak dengannya, dan Ayah mengajakku ke halaman belakang.
“Ada apa dengan anak Ayah ini?” Tanya Ayah sambil sedikit berjongkok di samping ku. “Ayah, kapan ya Dy bisa lari lagi? Kapan yah Dy bisa olahraga kayak orang normal biasanya? Kok kayaknya Dy lemah banget di banding temen-temen di Kampus Dy. Dy jalan pun gak bisa. Dy Cuma bisa duduk di kursi roda. Dy manja banget ya Ayah?” tanpa terasa kini air mata telah menghujani pipiku yang sedikit agak besar. “ini Dyandra bukan ya?” “Ayah aku lagi gak bercanda” “Kamu Dyandra anak Saya?” “Ayah apa-apaan sih! iya, ini Dyandra anak Ayah!” “kok anak Ayah cemen sekali ya? Kok anak Ayah lemah ya? Kok anak Ayah psimis seperti ini?” aku terdiam mendengar ucapan-ucapan yang di lontarkan Ayah. “Ayah, Dy lelah kalau harus seperti ini terus. Ayah kan tidak merasakan seperti Dy.” “Ayah mengerti. Makanya Dy harus rajin terapi. Jangan malas-malasan. Ngerti?” Aku mengangguk lalu Ayah membawaku ke dalam kamar untuk beristirahat.
***
2 tahun sudah Aku menjalankan terapi dan akhirnya Aku sembuh. Aku tidak tahu ini waktu yang sangat cepat atau tidak untuk penyakit ku ini. Aku tidak perduli! 2 tahun juga Aku tidak pernah berkomunikasi dengan Reska. Iya, saat kami pulang dari puncak aku baru tahu ternyata Reska sudah menjalankan hubungan special dengan Feby. Aku tidak pernah menjauh, tapi Reska yang selalu mencoba menjauh. Biarlah, Aku sudah tidak ingin memikirkannya.
Saat itu ada perlombaan lari yang di adakan oleh kampus ku. Aku bersiap disana. Ayah, Mama, dan sebagian keluargaku menyemangati ku dari atas. Aku tersenyum senang bisa seperti ini.
“1..2..3!! *duarrrrrr*” pistol telah ditembakan kerah atas dan Aku berlari sekuat tenaga ku. *brukk* “aahh” Aku sedikit berteriak karena ada yang menabrakku dari belakang. Aku mencoba berdiri kembali dan aku ingin tahu siapa yang menabrakku “Feby!!!” feby tersenyum sinis dan Aku terus berlari untuk kembali berada di posisi pertama. Dan…. “yeaaah!!” Aku menang! Aku sangat senang bisa membuktikan bahwa Aku adalah seorang atlet terbaik! Aku bisa! Ku peluk Orang tua ku, dan Aku lihat dari arah yang sangat jauh, ada yang melambaikan tangan ke arahku, dan ternyata itu Reska dan Ratna. Ahh sungguh aku merindukan mereka apalagi Ratna sahabat dekatku. “selamat ya Dy! Akhirnya tercapai juga cita-cita lo jadi atlet! Walaupun lu bantat! Hahaha” “aish! Baru juga ketemu lagi sudah meledek! Senang kan sahabatnya sukses? Haha” “selamat ya Dy” Reska mengarahkan tangan kanan nnya untuk symbol memberi selamat atas keberhasilan ku. “Terimakasih” aku memberikan sedikit senyum simpulku kepada Ratna dan Reska. “Dyandra?” “hm?” jawabku dengan sedikit meninggikan alis ku “I Love You, and…. Would You be my girlfriend?” Aku terkejut dengan apa yang di katakan reska kepadaku barusan. Aku menatap mata kedua orang tua ku dan Ratna. Mereka tidak memberikan respon apapun. Mengagguk pun tidak. “No.” aku hanya ingin aku bersahabat dengan Reska dan Ratna. Aku menyayangi mereka. Aku pernah menyukai Reska tapi itu dulu! Sejak SMA.
Ku lihat wajah satu persatu yang menjadi saksi ketika Reska menyatakan perasaannya kepada ku. Mereka sangat heran. Mereka menyangka aku akan menerima Reska. Reska tidak memberikan wajah Ia menyesal atau kecewa. “Aku yakin kamu sudah memikirkan itu matang-matang Dy” Reska memberikan senyumannya kepadaku sambil memberikan pelukan persahabatan kepadaku dan Ratna. “bahkan aku bisa selalu memeluk kalian seperti ini haha” celetuk Reska dengan sedikit rasa jahil. Kami tertawa bersama. Iya hari itu sungguh sangat menyenangkan bagiku. Aku tidak kehilangan seedikitpun moment berharga di situ. Aku tidak kehilangan keluargaku juga sahabatku. Dan Aku bisa menjadi atlet sungguhan. Bukan hanya mimpi atau angan-angan belaka saja yang aku impikan selama ini. So, You can, if you try!
Sunday, 2 June 2013

Hello Venus

Description: https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTEefwblFjMyMmuZV1qTSumRdQ65LZCzEyLrCQdL_iRI-1cB91l
Stage Name: Yooara
Birth Name: Yoo Ah Ra
Nickname: Bambi Ara
Birthday: September 26, 1992
Position: Main Vocalist, Leader
Blood Type: A
Height: 167 cm
Weight: 47 kg
Specialty: Vocals, Japanese
Fun Facts:
- she is best friend of After School’s E-Young
- she was popular among Pledis Trainees and Pre-School Girls
- auditioned to be After School’s 9th member, she made it to the final 2 but in the end, E-Young was picked
- also called “YoonA-Look Alike” and “YoonYul’s Lovechild” for she resembles SNSD’s Yoona and Yuri
- she went to Seoul Music High School (same alumni as SHINee’s Jonghyun, Block B’s Zico & Boyfriend’s Jeongmin) and graduated 2 years early

Sunday, 26 May 2013

"KETOMBE"

Kalian pasti tau kan ketombe itu apa? nah untuk lebih lanjutnya Saya mau kasih info tentang ketombe! :D

Ketombe atau sering disebut sindap atau dengan nama ilmiah Pityriasis capitis merupakan penyakit kulit kepala yang sangat umum dimiliki oleh banyak orang. Sebenarnya apa itu ketombe?

Ketombe adalah pengelupasan sel kulit mati yang terjadi secara berlebihan pada kulit kepala. Sebenarnya proses pengelupasan kulit mati pada kulit kepala memang wajar terjadi. Pengelupasan sel-sel kulit mati tersebut merupakan hal alamiah seperti halnya rambut rontok, yang jadi masalah adalah bila jumlahnya berlebihan atau terus menerus diikuti dengan iritasi dan kemerahan. Nah, hal itulah yang dimaksud dengan ketombe.

Penyebab ketombe

Putih-putih yang terlihat pada rambut kita sebenarnya adalah kulit mati yang berlebihan. Sejalan dengan bertumbuhnya kulit, sel-sel epidermal akan terdorong keluar, di mana mereka pada akhirnya mati dan terkelupas dari kepala. Pada umumnya, pengelupasan ini terlalu kecil untuk dapat terlihat mata. Namun demikian, kondisi tertentu menyebabkan pergantian/pertumbuhan sel menjadi terlalu cepat, khususnya yang terjadi di kulit kepala.
Pada orang berketombe, sel-sel kulit akan mati dan digantikan lagi setiap dua minggu sekali, sedangkan pada orang tanpa ketombe, siklus ini berlangsung satu bulan sekali. Hasilnya, sel-sel kulit mati akan terlepas dan menumpuk dalam jumlah yang besar, yang tampak sebagai serpihan-serpihan kecil berwarna putih atau kelabu di kulit kepala.

Apa penyebab tertentu kemunculan ketombe itu?

Ketombe biasanya merupakan gejala dari infeksi jamur atau psoriasis dan bisa juga karena kutu rambut. Selain hal itu, ternyata ketombe juga dapat ditemui pada kasus gizi buruk atau tidak seimbang. Kekurangan mineral tertentu dapat ber-pengaruh pada kulit kepala. Defisiensi mineral khususnya seng ternyata menyebabkan akibat yang buruk yaitu ketombe.

Apakah ketombe berbahaya?

Keluhan yang paling menyusahkan pada orang berketombe adalah rasa gatal pada kulit kepala yang terus menerus. Karena gatal itulah orang berketombe sering menggaruk-garuk kepalanya. Hal ini perlu diwaspadai dan dihindari, mengapa? Menggaruk yang terlalu berlebihan dapat menimbulkan lecet-lecet atau kerusakan pada kulit. Kerusakan pada kulit itulah yang perlu diwaspadai. Kerusakan pada kulit dapat menjadi jalan masuk bakteri-bakteri merugikan yang dapat meningkatkan risiko infeksi. Bakteri merugikan itu contohnya adalah Streptococcus dan Staphylococcus aureus yaitu kuman yang menyebabkan timbulnya pus atau nanah.
Walaupun infeksi bakteri ini merupakan risiko terbesar dari ketombe, kebanyakan orang akan lebih merasa bingung dengan kurang indahnya rambut mereka. Biasanya orang tersebut lebih merasa nyaman dengan gunjingan orang tentang rambut mereka yang berketombe. Hal ini ternyata berdampak besar juga karena dapat menghilangkan percaya diri dari pemilik rambut. Oleh karenanya, pengobatan segera menjadi sangat penting untuk murni alasan sosial.


Thursday, 23 May 2013

CCKF 2 TAHUN♥

Hi, guys! this is video Anniv CCKF.
CCKF 2tahun!
http://www.youtube.com/watch?v=o4ts7TnAf7U&feature=youtu.be

what do you think, guys????
umm... hihihi SARANGHAE CCKF! {}